SURAKARTA, Selasa (4/11/2025) – Tampilan website Open Journal Systems (OJS) yang prima dan profesional bukan hanya soal estetika, tetapi telah menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan (trust) bagi pengelola jurnal ilmiah. Hal ini ditegaskan oleh Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, M.Si, saat menjadi narasumber ahli dalam “Workshop Akreditasi Jurnal” yang diselenggarakan oleh UIN Raden Mas Said (RMS) Surakarta.
Dalam acara yang berlangsung di Hotel Lorin Syariah Solo, Selasa (4/11/2025), Nasrul memaparkan materi teknis mengenai strategi peningkatan visibilitas dan kredibilitas jurnal.
Di hadapan perwakilan tim jurnal se-Soloraya, Nasrul menekankan bahwa pengelola jurnal harus memberikan perhatian serius pada tampilan situs mereka.
“Tampilan website OJS harus prima untuk memberikan kepercayaan kepada semua pengunjung, baik itu author, reviewer, reader, bahkan asesor penilai,” ungkap Nasrul.
Menurutnya, website yang tertata baik dan informatif mencerminkan bahwa jurnal tersebut dikelola secara serius dan profesional. Ia menambahkan, citra positif ini bahkan dapat menjadi nilai tambah yang signifikan selama proses penilaian.
“Website yang bagus menunjukkan bahwa jurnal dikelola dengan baik. Ini bisa menjadi poin plus yang menutupi kekurangan dari sisi substansi yang mungkin masih terus dalam proses perbaikan agar lebih baik,” jelasnya.
Dalam sesi pemaparannya, Nasrul Fahmi Zaki Fuadi berfokus pada pemanfaatan berbagai widget statistik sebagai alat teknis untuk mencapai visibilitas dan transparansi.
Ia menegaskan bahwa widget bukan sekadar tampilan visual, melainkan bagian integral dari strategi SEO (Search Engine Optimization) jurnal ilmiah.
“Dengan menampilkan data statistik yang transparan, jurnal dapat meningkatkan kepercayaan pembaca dan sekaligus memperkuat posisi dalam mesin pencari,” kata Nasrul.
Ia membedah beberapa alat penting yang wajib dipertimbangkan oleh pengelola jurnal, di antaranya:
Workshop yang diinisiasi UIN Raden Mas Said Surakarta ini sendiri menjadi momentum penting bagi para pengelola jurnal di Soloraya untuk memperkuat tata kelola, manajemen penyuntingan, dan pemahaman mendalam terhadap sistem ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional).